Masalah yang Ditimbulkan Akibat Kurangnya Kecerdasan Spiritual

Di masa modern ini, banyak permasalahan terjadi yang diakibatkan dari masalah kecil dalam diri manusia. Tekanan hidup yang juga semakin tinggi menyebabkan, banyak masalah terjadi seperti kasus kejahatan serta tindakan bunuh diri yang terjadi akhir-akhir ini di banyak kota besar. Tidak hanya dalam jenis tindakan bunuh dini, berbagai kejahatan seperti perampokan, pencurian disertai tindakan kejahatan, tindakan kenakalan remaja dan sebagainya juga semakin sering untuk terjadi. Berbagai faktor dianalisa dapat menimbulkan kejadian seperti ini, baik itu faktor dari luar maupun dari dalam diri manusia itu sendiri. Tindakan ini dapat cukup dimaklumi saat kondisi sosok tersebut berada dalam kondisi yang sulit. Namun banyak diantaranya yang tidak hanya diakibatkan dari faktor pribadinya, melainkan hanya ikut-ikutan.

Beberapa contoh tindakan seperti ini cukup menunjukkan akan sangat kurangnya kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh masyarakat. Meskipun Indonesia terkenal sebagai salah satu negara keagamaan yang cukup kuat, namun faktor spiritual yang dimiliki oleh masyarakatnya masih begitu lemah akibat dari kurangnya iman maupun rasa takut yang dicerminkan dalam hidupnya sehari-hari. Kondisi ini juga sering disebut sebagai kasus dualisme yang terjadi dalam masyarakat beragama. Dimana pada hari-hari tertentu mereka sangat berpegang teguh dan soleh dalam menjalankan kegiatan ibadahnya, namun di hari-hari lainnya bisa melakukan tindakan jahat yang begitu kejam.

Tindakan Mengakhiri Nyawa Sendiri

Hal yang berperan penting dalam mendorongnya seseorang untuk melakukan upaya bunuh diri salah satunya adalah kehadiran masalah yang datang secara bertubi-tubi dalam hidup orang tersebut. Setiap orang layaknya tidak berharap untuk menemui masalah dalam hidupnya. Namun takdir seringkali tidak berjalan sesuai keinginan semua orang. Sehingga akibatnya saat suatu kondisi menimpa orang tersebut dan dirasa sebagai suatu hal yang cukup berat, ia akan sampai ke titik dimana berharap lebih baik untuk mengakhiri hidupnya dibanding harus terus menderita.

Kasus bunuh diri yang dilakukan berbagai orang di Indonesia juga tergolong cukup tinggi di akhir-akhir ini. Entah dapat ditimbulkan karena berbagai hal. Bahkan yang membuat lebih miris, tidak semua upaya bunuh diri ini berakhir karena keputusasaan dalam hidup. Banyak juga diantara mereka yang melakukan tindakan bunuh diri ini akibat dari tindakan konyol dalam mengikuti sosok idolanya. Upaya yang dilakukan beberapa artis dalam mengakhiri hidupnya secara tragis banyak diikuti oleh anak muda. Salah satu lokasi yang banyak memberikan kontribusi angka kematian karena upaya bunuh diri ini terdapat di Jakarta yang menjadi Ibukota dari Indonesia.

Kecerdasan Spiritual jika tidak di imbangi maka akan berakibat fatl dan bisa jadi nyawa yang menjadi TARUHANNYA

Alasan yang banyak memfaktori upaya ini jika berdasarkan atas masalah pribadi umumnya dilandasi seputar akibat tekanan hidup yang tinggi, perasaan depresi, faktor budaya, kondisi yang buruk dari pergaulan sosial, hal-hal seputar mitos yang beredar di masyarakat. WHO itu sendiri menyampaikan bahwa jumlah manusia yang melakukan upaya bunuh diri ini di seluruh dunia dapat mencapai angka 800.000 orang di seluruh dunia. Angka ini bisa digambarkan sebagai 1 orang di seluruh dunia akan melakukan upaya bunuh diri setiap 40 detik. Dimana Indonesia pun turut menyumbang 1/3 jumlah dari kasus kejadian yang terjadi di seluruh dunia. Namun sayangnya angka perhitungan pasti dari jumlah orang yang bunuh diri ini belum bisa dipastikan akibat banyak hal. Hal ini diakibatkan karena adanya upaya untuk menutup-nutupi yang dilakukan oleh banyak pihak terkait. Untuk dapat memperoleh informasi yang jelas akan hal ini bisa jadi diperlukan kerjasama dengan organisasi kesehatan dunia seperti WHO. Namun hal ini pun masih memiliki beberapa kendala untuk dapat diwujudkan. Begitu mirisnya bukan kondisi ini?

Perubahan Pada Hitungan Akan Kejahatan

Begitu maraknya tingkat kejahatan yang terjadi di Jakarta hingga dapat digambarkan seperti terjadi sekali setiap 12 Menit 18 Detik. Beruntungnya angka kejahatan yang terjadi di tahun 2016 telah mengalami penurunan jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Namun kecepatan durasi tingkat kejahatan yang terjadi mengalami percepatan dari kejadian yang banyak terjadi sebelumnya hingga beberapa detik.

Baik itu angka kriminalitas maupun total kejahatan yang terjadi di tahun 2016 mengalami penurunan jika dibanding dengan kasus yang terjadi di tahun sebelumnya. Sama halnya pada jumlah penduduk yang menjadi terdakwa atas berbagai tindak pidana.

Tingkat Kejahatan Seperti Perampokan yang Meningkat

Selain dari faktor bunuh diri yang banyak dilakukan dalam era masyarakat modern, ada juga satu kasus yang meningkat secara drastis di tahun 2016 ini. Faktor ini adalah kejahatan dalam jenis perampokan yang diperhitungkan mengalami kenaikan hingga mencapai angka 12 persen dari tahun 2016 sebelumnya. Kasus seperti curas (pencurian yang disertai dengan tindakan kekerasan) juga banyak terjadi dimana yang terjadi di tahun 2015 sebanyak 641 kasus, meningkat di tahun 2016nya menjadi sebanyak 719 kasus.

Hal yang sama terjadi dalam kasus pemerkosaan. Jumlah sebesar 63 kasus yang terjadi di tahun 2015 meningkat hingga menjadi 79 kasus dengan tingkat persentase kenaikan yang berkisar 6 persen. Kasus kenakalan remaja dalam bentuk tawuran juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dimana kejadian yang sering terjadi di tahun 2015 meningkat jumlahnya sebesar 400 persen, dari 1 kasus menjadi 5 kasus.

Sementara angka pembunuhan menurun sebesar 5 persen dari 75 kasus di tahun 2015 menjadi 71 di tahun 2016nya. Sedangkan penganiayaan berat (anirat) juga mengalami penurunan dari tahun 2015 yang berjumlah 3.400 menjadi 3.187 di tahun 2016. Beberapa kasus kejahatan memang mengalami penurunan diantaranya. Namun beberapa hal lainnya masih tercatat jumlahnya mengalami peningkatan. Sehingga dapat disimpulkan jumlahnya tidak mengalami penurunan maupun kenaikan, karena di satu sisi turun tapi di sisi lain meningkat.

Kaitan Dengan Kecerdasan Spiritual

Hal ini dianggap berkaitan dengan tingkat kecerdasan spiritual yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Meskipun terkenal sebagai salah satu negara yang cukup memegang teguh akan kepercayaan yang dimiliki, namun banyak dari masyarakatnya yang tidak memiliki kecerdasan spiritual yang cukup baik. Dengan sedikit masalah kecil yang dialami sudah membuat orang tersebut menjadi rapuh atau bahkan meledak emosinya. Seolah-olah bahwa setiap ajaran agama yang telah diterima dari tempat beribadahnya tidaklah memberi dampak apapun dalam hidup mereka.

Masalah sekecil apapun dapat langsung menumbangkan tekad kuat untuk dapat bertahan hidup sesuai aturan yang telah ditetapkan sebelumnya. Maka dari itu mungkin diperlukan pengajaran yang lebih intens lagi dalam bidang spiritualitas demi menguatkan pikiran positif dan daya juang yang dimiliki agar tidak menjadi manusia yang rapuh di zaman yang sudah canggih ini. Seperti halnya yang mulai lebih ditanamkan dalam pikiran anak sejak usia yang masih dini saat sekolah. Supaya mereka bisa lebih memahami etika dan standar hidup yang baik dalam menjalani hidupnya, hingga saat ia telah menjadi orang dewasa yang tahan banting kelak. Bagaimana pendapat anda akan pentingnya kecerdasan spiritual ini?