Paradox Beragama, Namun Kurang Spiritual

Di masa kini faktor agama masih menjadi peran penting bagi kehidupan banyak orang banyak orang beragama dan sistem kepercayaan kuat di negaranya. Ada banyak negara yang telah diketahui oleh seluruh dunia sebagai negara yang memegang teguh akan kepercayaannya. Meskipun beberapa faktor kepercayaan itu bisa jadi sedikit tergeser akan faktor keduniaan dan pola hidup yang bergeser menjadi lebih liberal, namun banyak negara tetap terkenal sebagai suatu negara dengan kepercayaan dalam suatu hal yang mendetail dan banyak dianut. Kepercayaan itu sendiri banyak yang menekankan akan ketergantungan akan sosok Tuhan yang dipercayai serta menyerahkan seluruh kondisi hidupnya dalam perlindungan maupun anugerah yang diberikan.

Beberapa negara maju banyak yang sudah sudah memiliki standar pemikiran yang berkembang menyesuaikan dengan kemajuan teknologi yang juga sudah canggih. Namun nyatanya banyak sisi kelam masih tersebar secara luas di media. Dimana hal ini menggambarkan kondisi paradox dimana seharusnya wilayah-wilayah tersebut sudah memiliki kecukupan dalam faktor yang melimpah akan segala kebutuhan yang diperlukan. Faktor kecukupan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari serta begitu melimpahnya pengajaran agama yang dimiliki tidak dapat bersaing dengan tekanan hidup yang dirasakan. Berikut penjelasan akan beberapa negara yang sering menyampaikan kabar buruk akan hilangnya tokoh-tokoh penting yang mengakhiri hidupnya secara bunuh diri. Tindakan ini tentunya juga memberi contoh teladan yang buruk, terutama bagi para penggemarnya. Mari kita simak penjelasan mengenai 4 macam negara dengan tingkat tindakan bunuh diri yang cukup besar dari masyarakatnya.

1. Negara Amerika

Negara adidaya yang satu ini sudah terkenal begitu menguasai dunia. Tidak ada negara manapun yang tidak mengetahui akan negara ini, bahkan hingga ke skala negara terpelosok sekalipun pasti pernah mendengar atau mengetahui akan negara besar ini. Faktor teknologi sudah begitu berkembang di negara ini. Sekaligus membuat negara Amerika menjadi suatu negara yang besar dan terpandang oleh aneka negara lainnya.

Aneka macam hal banyak yang berasal dari negara ini. Berbagai tren seperti dalam kebudayaan, sistem pendidikan, kultur yang berkembang, kebijakan, mengenai teknologi, entertainment, hingga ke standar kemajuan dalam bidang sains banyak yang dipelajari negara lain dari negara besar ini. Jika melihat segala kemajuan itu, tentunya banyak orang akan menganggap bahwa negara Amerika ini telah mempunyai segalanya. Maka dari itu sudah sewajarnya jika negara ini memiliki standar hidup yang cukup tinggi serta berkecukupan. Atas dasar hal itu, seharusnya negara ini memiliki angka kriminalitas maupun perbuatan kurang baik yang lebih kecil dibanding negara-negara lain yang masih perlu berjuang untuk mencapai standar berkecukupan.

Namun nyatanya banyak tokoh penting yang disampaikan berada di negara ini telah melakukan tindakan yang tidak mencerminkan kehidupan masyarakat yang bahagia. Berbagai tekanan hidup atau seringkali juga diakibatkan dari hal-hal sederhana dapat membuat banyak tokoh terkenalnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya secara tragis, yaitu dengan melakukan upaya bunuh diri. Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah segala kesejahteraan yang telah dimiliki dapat begitu goyahnya saat diterpa sedikit permasalahan kecil di dalam kehidupan para masyarakat ini?

2. Negara Korea Selatan

Negara Korea Selatan pada saat ini berhasil menampilkan jati dirinya sebagai negara Asia yang berhasil mendunia berkat para artisnya yang dirancang dengan begitu sempurna, juga berbagai tayangan drama yang dihasilkan hingga tersebar ke banyak negara lain. Namun fakta miris baru saja terjadi. Dikenal sebagai salah satu negara dengan kepercayaan yang kuat akan agama kristen serta beberapa kepercayaan lokal lainnya ternyata tidak berhasil membuat para masyarakatnya memiliki iman kepercayaan yang teguh akan seputar hal-hal seputar kepercayaan.

Para tokoh penting yang berasal dari negara ini tampak begitu sempurna seperti tidak memiliki sisi lemah dalam bentuk apapun di hidupnya, saat tampil di layar kaca. Namun ternyata banyak diantara mereka yang menyimpan kisah kelam dalam hatinya akan kehidupan. Seperti ibarat tampilan yang sempurna menyembunyikan tulang belulang yang rapuh dan begitu mengerikan di bagian dalamnya. Hati dan pikiran banyak orang terkenal dari negara ini banyak yang begitu lemah hingga tidak jarang juga dari mereka yang berakhir tragis di usia yang masih muda akibat tidak mampu menanggung tuntutan dari agensinya serta aneka macam celaan dari pihak-pihak haters atau para pembencinya. Segala kesempurnaan yang terlihat tampak begitu indah tidak berlangsung sama seperti bagian dalamnya yang begitu ‘penuh kecacatan’.

3. Negara Jepang

Negara Jepang juga menjadi salah satu negara dengan tingkat kematian yang cukup tinggi bagi para masyarakatnya. Terlebih lagi dengan salah satu kebiasaan tradisional yang dipercayai yang terkenal dengan nama Harakiri dimana menjadi upaya penghormatan terakhir dalam hidup seorang ksatria atau prajurit dalam strata tradisional yang berlaku di negara Jepang. Selain dari faktor tradisi yang masih begitu teguh dipegang oleh masyarakat Jepang, faktor kehidupan modern yang berat dengan sejuta tantangan pun tidak berhenti menghampiri para masyarakat Jepang itu sendiri.

Banyak kalangan artis dari negara sakura ini yang tercatat melakukan upaya untuk mengakhiri hidupnya secara tragis. Yaitu dengan cara melakukan tindakan bunuh diri akibat dari ketidak kuat mengalami tekanan hidup. Negara ini sendiri memiliki kepercayaan yang tinggi akan berbagai agama lokal yang dipercaya mayoritas umat beragama disana. Seperti contohnya beragama Shinto, Taoisme, Buddha hingga beberapa kepercayaan kecil lainnya. Banyak kegiatan beragama yang sering dikerjakan serta begitu kuatnya akar kepercayaan beragama ini ternyata tidak sanggup membendung ketakutan, rasa gelisah, serta tekanan yang dialami dari aktivitas di dunia sehingga berakhir dalam keputusan untuk mengakhiri hidupnya demi perasaan tidak sanggup lagi dalam hidup dengan kondisi seperti saat ini.

4. Negara Indonesia

Yang terakhir yaitu berasal dari tanah air kita. Terdapat banyak faktor di masa kini yang berperan besar dalam menyampaikan terjadinya contoh-contoh ketidaksesuaian diantara kondisi masyarakat beragama seolah menjadi pihak yang tidak memiliki kepercayaan dan begitu sering untuk terlihat putus asa. Masyarakat Indonesia terkenal menjadi salah satu negara yang dominan akan faktor kepercayaan serta beriman teguh dalam kehidupan beragamanya. Meskipun belum banyak terdengar kalangan selebriti maupun tokoh publik yang melakukan upaya bunuh diri, namun banyak beredar kabar akan sosok publik yang melakukan aneka tindakan kurang baik seperti kejahatan dalam bidang pornoaksi, penipuan, hingga penggunaan obat-obatan terlarang sebagai upaya dalam menanggulangi depresi.

Banyak tokoh penting dari Indonesia itu sendiri maupun tokoh terkenal dari luar yang memberi pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satunya seperti pengaruh yang begitu besar dari negara Korea Selatan pada saat ini, yang berfokus pada industri hiburan. Banyak juga para tokoh penting dari negara lain yang memberi pengaruh juga bagi tanah air, khususnya bagi kalangan penggemarnya. Banyak sosok idola dari luar negeri yang juga diikuti oleh banyak penggemarnya di Indonesia, seperti dari negara-negara Barat maupun dari Jepang. 

5. Kesimpulan

Berdasarkan segala informasi yang telah dijabarkan berikut, apakah faktor kepercayaan sebenarnya tidak memberi dampak besar bagi hidup manusianya? Perlukah manusia untuk masih beragama disaat kondisinya telah menjadi begitu buruk dan rapuh seperti masa kini? Atau bagaimanakah seharusnya agama dapat memberi peran agar masyarakatnya tidak menjadi begitu rapuh dalam menjalani hidup?